Tanamankelapa sawit membutuhkan unsur hara untuk produksi yang optimal. Apabila tanaman mengalami kahat hara, maka tanaman akan mengalami pertumbuh dengan tidak sehat, mudah diserang penyakit, serta produksi cenderung menurun. Kondisi tanaman seperti ini a kan merugikan bagi pihak perkebunan. Mengingat bahwa dalam usaha perkebunan kelapa sawit, biaya pemupukan adalah 60 % (Hakim,2007) dari Trail P. (2016). Mendiagnosa Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Di Lahan. Bidang Penelitian Dan Teknis ECHO Asia. Yulianus R., Matana., Dan Mashud, N. (2015). Respons Pemupukan N, P, K Dan Mg Terhadap Kandungan Unsur Hara Tanah Dan Daun Pada Tanaman Muda Kelapa Sawit. Balai Penelitian Tanaman Palma EkstraksiHCl 1 N digunakan sebagai metode alternatif dalam penelitian ini karena dapat menghemat waktu dan menghasilkan data yang konsisten. Metode ini sebelumnya sudah diteliti dan digunakan untuk analisis beberapa tanaman, namun belum dilakukan pada tanaman kelapa sawit. Umumnya tahap kolorimetri menggunakan azomethin-H yang memiliki harga Berdasarkanliteratur, pada dasarnya gejala kekurangan unsur hara tergantung pada 2 hal utama, yakni fungsi dari unsur hara tersebut dan kemudahan unsur hara tersebut untuk ditranslokasikan dari daun tua ke daun muda. 17 - 24. Pohan, I. (2010). Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Bul. Littro, 18 .

gejala kekurangan unsur hara pada tanaman kelapa sawit